Karang Taruna desa Brumbungan Lor bergerak tanggap loh gaes.. Terkait beberapa peristiwa Warga Kabupaten Probolinggo yang belum faham tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE), para pemuda dan pemudi Karang Taruna adakan acara SMART NETIZEN di pendapa Kelurahan mengundang masyarakat dan para pemuda warga desa.

Karang Taruna desa Brumbungan Lor tidak tanggung-tanggung langsung mengundang Kapolres Probolinggo AKBP Fadli Samad SH, SIK, MH, Msi yang membawahi 17 Polsek se Kabupaten Probolinggo sebagai narasumber. Ini sama halnya pemuda desa mengundang Bupati. Keren kan..

Kapolres pun membawa rombongan tim Humas yang dikomandani oleh Ipda Anshori Kasubag Humas Polres Probolinggo dalam acara membangun Generasi Muda yang selektif dalam menerima informasi dan kritis terhadap HOAX (cara bacanya: Houks).

Kades Brumbungan Lor Erik Wahyudi, SE menyatakan bangga akan kiprah Karang Taruna binaannya, “Adik-adik Karang Taruna ini mampu menggelar acara yang nyaris sempurna, demi membuka wawasan Warga Brumbungan Lor”.

Turut hadir dalam acara itu Camat Gending Bapak Muhamad Ridwan, AP, MM, Kapolsek Gending, Bapak AKP Ohim, Para staf Kelurahan, Pengurus Grup ILK Probolinggo; Ustadz Iwan selaku sesepuh, Mas Eko Budi Santosa, Mas Yek Obay dan Ilham Candra.

Galeri foto bisa sentuh foto di bawah ini

Minggu pagi, pukul 7.30, Kapolsek Gending AKP Ohim sempatkan ajak tim Kraksaan[dot]COM untuk tinjau Proyek Pembangunan Drainase dusun Krajan, desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.

Proyek yang memakai Dana Desa untuk Pembangunan saluran Drainase ini juga kami pantau pelaksanaannya agar manfaatnya bisa dinikmati masyarakat dan disini  penggunaan Dana Desanya ditampilkan.” , papar AKP Ohim.

Setelah mengamati pekerjaan yang masih dalam proses, AKP Ohim mengajak tim untuk mengikuti acara Smart Netizen: Selektif memilah informasi yang digelar oleh Karang Taruna desa Brumbungan Lor di pendapa Kelurahan.

Dalam perjalanan, AKP Ohim menyempatkan diri untuk menelepon dan menggerakkan 2 anggotanya agar merapat di kerja bakti penanganan puting beliung di pesisir Gending.

Di acara diskusi yang juga dihadiri Kapolres Probolinggo AKBP Bapak Fadly Samad SH SIK MH Msi dan Camat Gending Bapak Muhammad Ridwan AP MM, Kapolsek Gending berikan sambutan mengapresiasi acara diskusi.

Saat ini perkembangan teknologi telah menjadikan informasi cepat menyebar. Acara yang bahas tentang media sosial ini sungguh dibutuhkan masyarakat agar terhindar dari dampak buruk informasi yang salah. Apalagi saat ini kita hidup di zaman now..

Beberapa peserta tersenyum.

Lanjut AKP Ohim, “Mau tidak mau kita mesti menyesuaikan diri pada perkembangan zaman. Kita tidak bisa mundur ke belakang. Kita mesti maju agar tidak ketinggalan zaman.”

Lalu, tanpa disangka peserta diskusi Smart Netizen, Kapolsek Gending ini beberkan rahasia pribadinya.

“Untuk bisa hidup kita mesti berani maju. Seperti nama saya yang singkat: OHIM.”

“Itu ada artinya loh.”

“Arti OHIM adalah Orang Hidup Ingin Maju..”

..

Peserta pun tergelak agelek.

.

Anda punya anak gadis sedang kuliah atau masih SMA? Apakah ia aktif gunakan media sosial seperti  facebook , instagram twitter , path dan sejenisnya? Waspadalah!

Ada penipuan modus cinta gaya baru yang dipaparkan Agung dalam pertemuan Smart Netizen yang dihadiri oleh Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad SH, SIK, MH, MSi, Pak Camat Muhamad Ridwan, AP, MM dan Kapolsek Gending AKP OHIM di desa Brumbungan Lor, kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.

Penipuan modus cinta yang menyasar para Gadis Mahasiswi atau Siswi SMA ini tergolong baru dan wajib diketahui para Gadis. Modus operandinya diawali dengan mengajak kenalan para Siswi / Mahasiswi dengan gunakan akun profil foto Lelaki bule ganteng asal negara Eropa, atau Jazirah Arab. Fotonya juga asal download dari internet.” papar Agung seorang rakyat jelata yang diijinkan berikan info dalam pertemuan itu.

Tahap ke-2, akun penipu ini mulai ajak komunikasi dengan tebar pujian; entah itu memuji kecantikan, kepintaran dan sinar mata menawan milik anak Gadis Anda. Kemudian meminta nomor telepon untu memudahkan komunikasi via WhatsApp. Dalam waktu 1 minggu, akun-akun penipu ini akan menyatakan cintanya.

Tahap ke-3, akun penipu akan menyatakan hendak menikahi anak Gadis kita. Penipu-penipu ini biasanya bilang akan ke Indonesia dan melamar Gadis-gadis yang jadi target penipuannya. Kemudian mereka nyatakan akan kirim hadiah-hadiah terlebih dahulu untuk membuktikan besarnya rasa cinta mereka, dan meminta alamat rumah. Beberapa gadis yang sudah siap nikah, kadang tak berpikir panjang memberitahukan alamat rumahnya.

Tahap ke-4, Gadis-gadis yang jadi target akan dapat panggilan telepon dari sebuah nomor kode area 021 Jakarta. Si penelepon memperkenalkan dirinya seolah-olah petugas Bea dan Cukai di Cengkareng Jakarta. Dengan gaya petugas, si penelepon biasanya berbicara seperti ini:

Kami dari Bea Cukai Jakarta. Apa benar ini Saudari xxxxx ? Apa betul alamat rumahnya di Jalan xxxxxx, Kota xxxxxx?

Jika di iyakan, maka si penelepon akan melanjutkan seperti ini:

Kami beritahukan, Anda dapat kiriman barang dari negara xxxxx (negara si akun penipu) berupa, tas wanita Marc Jacob, ada merek Gadino dan Luis Vitton. Kemudian ada perhiasan emas 1 ons dan berlian 2 karat. Ada sepatu wanita Prada semuanya dalam 1 paket.

Karena ini kiriman barang mewah, maka dikenakan pajak import dan bea cukai masuk ke negara Indonesia sesuai peraturan. Nilainya 120 sampai 150 juta jika dikurskan ke rupiah. Untuk bisa diteruskan ke alamat Anda, harap Anda membayar pajak masuk senilai 22 juta rupiah. Dikirim ke rekening bank yang kami sebutkan. Anda ada pulpen untuk mencatat?

Nah dari sini sebenarnya alarm di otak kita mestinya sudah mulai menyala. Ketika ada iming-iming sesuatu yang besar namun kita mesti keluarkan dana lebih dahulu, 99% itu penipuan” jelas Agung.

Lebih lanjut dia kembali paparkan, “Seorang gadis yang tertegun mendengar begitu bernilainya hadiah yang ia terima, namun curiga, gadis ini yang kuliah di Jember memberi tahu Ibunya yang tinggal di Pasuruan. Ibu itulah yang lalu cerita ke saya.”

Untunglah Ibu itu mengurungkan niatnya menuruti si penelepon. 22 juta rupiah itu bukan uang yang sedikit. Saya beri saran, supaya anak gadisnya cerita ke akun pria bule, bahwa mereka tidak ada dana untuk membayar bea masuk hadiahnya. Jika memang cinta, kirim dulu uang untuk bayar bea masuknya. Ternyata si akun pria bule itu menghilang. rupanya akun FB si gadis di blok dari pertemanan“, pungkas Agung.

Mari berpikir cerdas. Masa baru kenal seminggu sudah kirim hadiah ratusan juta? Apakah aku se hot itu sehingga ada pria bule, yang sehari-hari biasa lihat wanita pakai bikini di pantai Amerika, serta merta melamar aku yang berbusana tertutup dan kirim hadiah ratusan juta ?

Ini memang trik halus yang untungnya, bisa tercium. Mari ajari anak-anak Gadis Probolinggo untuk tidak termakan para penipu licik ini dengan waspada terhadap ajakan pertemanan pria asing yang tidak pernah ketemu sebelumnya.

Apa saran buat para gadis / wanita yang sudah lama idamkan jodoh dan belum dapatkan kalau tidak menerima pertemanan dari media sosial?

Jawab Agung, “Percayalah kepada Gusti Allah.. Mintalah kepadaNya dengan penuh kepasrahan dan kerendahan hati..