Ada yang menarik di Grup ILK Probolinggo pagi ini. Berawal dari posting seorang netizen tentang cara amankan sepeda motor saat ditinggal berlibur.

Tak beberapa lama muncul postingan yang cukup unik, cerdas, dari seorang gadis netizen tentang hal yang sama.

Postingan kedua ini bahkan dilengkapi dengan hitungan oleh penulisnya, namun si penulis minta bantuan soal syarat gadai sepedamotor yang tidak diketahuinya..

Tak lama salah satu admin ILK Probolinggo berikan informasi bermanfaat sebagai berikut:

Menurut Detektif Conan, syarat nitip motor di pegadaian :
1. Tahun keluaran min 5 tahun terakhir
2. BPKB dan STNK atas nama pemohon/ penitip
3. Plat No diutamakan satu wilayah dengan lokasi kantor Pegadaian.

Mudahnya ‘menitipkan’ sepedamotor di Pegadaian diyakinkan oleh smart netizen lainnya, Fauzi Bowo yang menulis testimonial / kesaksian sebagai berikut:

Sepertinya Pegadaian membuktikan komitmennya Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah.

Nah, buat Warga Probolinggo yang ingin sepeda motornya aman dari pencurian saat ditinggal liburan, kiranya postingan-postingan smart netizen di atas bisa dijadikan referensi. 

Selamat berlibur dengan hati tenang..

 

 

Probolinggo patut mengapresiasi kehadiran grup fesbuk Info Lalu Lintas dan Kriminal Probolinggo (ILK Pro) yang tak hanya hadirkan info-info terkini situasi lalin, cuaca dan kriminal Kota dan Kabupaten Probolinggo. Grup ini ternyata cukup aktif bersimpati membantu Warga yang tertimpa musibah atau kekurangan.

Hari ini Para pengurus Grup bergerak cepat menyampaikan bantuan yang terkumpul dari para Netizen untuk Fahira penderita Hydrocephalus yang baru berusia 7 bulan dan berasal dari keluarga kurang mampu. Fahira terlahir kembar dampit. Beruntung Farhan ~ saudara kembarnya yang laki-laki ~ dalam kondisi sehat.

Posting Anggota ILK Probolinggo, Ilham Dwi Candra tanggal 15 Desember 2017 menuai banyak simpati: 954 reaksi dengan 90 komentar dan dibagikan ulang 16 kali oleh para anggota. Anggota yang bersimpati lalu urunan.

Pagi ini Mas Ilham bersama pengurus ILK Mas Erwin Nugroho beserta nyonya, Mas Eko beserta nyonya, Mas Obay, Mas Rudy korwil Muneng, Mas Hamid korwil Banyuanyar, Mas Fea Korwil Leces mendatangi rumah sederhana Bapak Sanimin dan Ibu Suniatin di dusun Sumber, desa Brumbungan-lor Rt 11 Rw 04, kecamatan Gending , di belakang masjid Sabilillah.

ilk-sumbang-fahira

 

Kapolres itu adalah pimpinan tertinggi institusi Kepolisian RI di sebuah kota atau kabupaten. Levelnya sama dengan Walikota atau Bupati. Menjadi pimpinan satuan-satuan kepolisian seperti RESKRIM, POLAIR, INTELKAM, SABHARA, LANTAS, BINMAS dan seterusnya. Pejabat pimpinan tertinggi di sebuah kota/kabupaten biasanya tidak mudah dijangkau warga biasa seperti kita. Beda dengan Kapolres yang tampil kekinian seperti foto di atas. Betapa riangnya Al Latief, Nana, Dani Asrinda, Fitra Ainur Rosyid, Faqih Rizky Muhammad, Han~ para Penegak dan Pandega Saka Bhayangkara Probolinggo

Berkaos oblong abu-abu, bercelana taktis coklat dan dibalut jaket AKBP Fadly Samad, SIK seperti tak berjarak dengan para netizen yang hadir di acara Gathering SMART NETIZEN bersama Polres Probolinggo. Kapolres kelahiran Makasar 20 September 1976 ini begitu terbuka meladeni para Netizen yang cukup aktif berdiskusi.

(Baca: SMART NETIZEN: Hormon DOPAMINE Pemicu Netizen Ketagihan Jempol)

Bahkan tanpa canggung Pak Kapolres AKBP Fadly Samad berpose promosikan 2 stiker ILK PRO dan Smart Netizen. Mas Erwin Nugroho anak muda kekinian yang juga salah satu petinggi grup fesbuk ILK PRO mengusulkan agar pertemuan bersama para netizen dan Polres Probolinggo seperti ini bisa dilakukan secara reguler. Tanpa jeda, usul pun langsung disanggupi Pak Kapolres.

Nampak Pak Iwan salah satu pengurus grup fesbuk Info Lantas dan Kriminal Probolinggo (ILK PRO) yang berdiskusi tanpa jarak dengan Pak Kapolres AKBP Fadly Samad. Grup ILK Probolinggo kini memiliki akses langsung ke Kapolres jika ada aduan Warga di Grup.

(Baca: Perangi Hoax, Polres Probolinggo Ajak Pengguna Medsos Jadi Smart Netizen)

Saat ditanya Kraksaan[dot]COM, mengapa kok terlihat tidak ada jaim-jaimnya (jaim = jaga image – red), Pak Kapolres dengan suara lembut menjawab, “Sekarang jamannya beda, Mas. Kami sudah bersyukur, para anak muda ini mau datang di undangan kami, untuk saling tukar pikiran. Merekalah calon pemimpin masa mendatang yang perlu didengar masukannya agar Polri bisa semakin profesional dalam menjalankan tugasnya. Mengayomi, dan melindungi masyarakat yang majemuk ini. Keberhasilan menjaga kamtibmas tidak bergantung dari seberapa canggih peralatan, seberapa banyak personel tapi ketika masyarakat mendukung dan percaya bahwa kita bisa bila saling bahu membahu..

Wuih.