Senin, 16 November 2009 21:06

Tips Menulis Lamaran yang Efektif (1)

Ditulis oleh 
Taksir item ini
(1 Pilih)

herdianzSalam sukses!

Saya menyapa Anda dengan hangat, Para Pencari Kerja yang sedang menjelajahi situs portal ini.

Sebagai seorang praktisi yang sudah berkecimpung di dunia pengelolaan SDM sejak pertengahan 90-an, saya memahami benar masalah dan kesulitan yang dihadapi oleh banyak pencari kerja dewasa ini.

Jumlah angkatan muda yang semakin besar membuat peta kompetisi lebih sulit, namun di sisi lain peluang pekerjaan sebenarnya juga jauh lebih luas daripada tahun-tahun yang lalu. Yang dibutuhkan orang muda yang sedang mencari kerja adalah penguatan potensi diri, dan mempergunakan kesempatan yang sudah berada di depan mata.

Sebagai awal, saya menyampaikan seri rekrutmen, yang mencakup pemahaman akan iklan lowongan kerja, tips dan trik membuat surat lamaran, hingga persiapan untuk wawancara.

SURAT LAMARAN HARUS MENARIK

Saya menemukan banyak lamaran yang tidak representatif di sepanjang karier saya. Sebenarnya, saya baru disadarkan akan hal tersebut oleh seorang expatriat dari Inggris yang membaca lamaran-lamaran yang masuk untuk bagiannya. Komentarnya saat itu yang masih saya ingat: “Lamaran-lamaran ini, sepertinya hanya copy-paste. Hanya nama-namanya saja yang berubah.”

Setelah saya amati, ternyata memang demikian. Bahkan ada yang kata-per-kata sama persis, kecuali nama dan posisi yang dilamar.

Saya jadi ingat sekian belas tahun yang lalu, saat masih mencari-cari pekerjaan dengan membolak-balik koran. Sebagai seorang lulusan yang belum punya pengalaman apapun, bahkan namanya lamaran pekerjaan pun tidak pernah melihat, saya harus mencari patokan umum. Langkah paling logis adalah membeli buku tentang cara membuat lamaran kerja.

Pada pertengahan 90-an, saat komputer DOS masih merajai pasaran, sudah ada tips yang membalikkan pendapat umum saat itu. Bila umumnya orang menyarankan lamaran di tulis tangan (bahkan ada yang mengharuskan di atas kertas bermeterai), buku yang saya baca menyebutkan bahwa kerapihan lamaran harus diutamakan. Bahkan kalau perlu harus berbeda dengan lamaran lain agar “eye-catching”.

Format lamaran telah mengalami perkembangan, dan sekarang ini bahkan lamaran bisa dikirimkan via e-mail atau internet (baik langsung ke alamat perusahaan maupun melalui biro rekrutmen semacam JobsDB dan Jobstreet) – tanpa mengurangi esensinya. Formalitas pelamaran kerja menjadi jauh menurun, dan orang bisa menuliskan apapun dalam lamaran via e-mail atau internet sekehendak hati mereka, karena hampir tidak ada biaya yang keluar.

MEMAHAMI IKLAN LOWONGAN

Memilih LowonganIklan Sabtu – Minggu di harian-harian utama sangat diburu pencari kerja, karena biasanya iklan lowongan banyak sekali dijumpai di kedua hari tersebut. Format iklan lowongan bisa berbentuk iklan baris (semacam iklan jitu Jawa Pos) atau iklan kolom (mulai dari yang kecil hingga besar).

Iklan baris berbiaya murah, oleh karenanya banyak dipergunakan oleh perusahaan-perusahaan kecil untuk mencari karyawan. Posisi yang dicari di iklan baris juga tergolong kelas pekerja murni, seperti sopir, tenaga administrasi, dan semacamnya.

Iklan kolom berkisar dari beberapa juta hingga belasan bahkan puluhan juta, tergantung dari banyak kolom dan tinggi yang dipergunakan. Itu hanya untuk satu kali pemuatan. Tidak mengherankan bila iklan kolom ini biasa dipergunakan oleh perusahaan besar dan multinasional. Posisi yang dicari pun umumnya di level menengah ke atas. Besarnya iklan kadangkala juga terkait dengan prestige perusahaan yang memasangnya.

Jadi, bila anda adalah orang yang ingin mengejar karier tinggi, fokuskanlah perhatian pada iklan kolom.

Dewasa ini, perusahaan juga beriklan di internet melalui website tertentu, misalnya Paiton.BIZ, JobsDB, Petromindo, Karir.com, Jobstreet, dsb. Situs-situs ini mempunyai admin dan tenaga pemasaran yang mencoba masuk ke berbagai perusahaan melalui telepon dan e-mail. Beriklan melalui situs internet ini jauh lebih murah, dan masa pasangnya juga jauh lebih lama. Sekalipun demikian, kekuatannya tidak boleh diremehkan, khususnya untuk menjaring posisi-posisi tertentu, dan untuk segmen perusahaan tertentu. Saya menganjurkan pencari kerja (terutama yang akrab dengan internet) untuk memasukkan juga lamaran ke situs-situs ini, karena sistem mereka mempunyai reminder yang memberi tahu kita apabila ada lowongan yang cocok dengan kualifikasi yang kita miliki.

Iklan lowongan kerja secara umum terbagi atas 3 komponen:

  1. Nama perusahaan yang memasang dan sedikit informasi tentang jenis usahanya.
  2. Nama posisi yang lowong dan kualifikasi orang yang dibutuhkan.
  3. Alamat pengiriman lamaran (bisa PO box, alamat fisik, atau alamat e-mail).

Tentang nama perusahaan dan bidang usahanya

Ada baiknya anda selaku pencari kerja familiar dengan nama perusahaan yang membuka lowongan, atau mencarinya di internet bila tidak tahu. Ini penting, agar lamaran anda tidak sia-sia. Bila lamaran dibuka oleh sebuah perusahaan multinasional (PMA), atau bahasa yang dipergunakan dalam iklan adalah bahasa Inggris, secara tersirat anda diminta untuk mengirimkan lamaran dalam bahasa yang sama (sekalipun tidak diminta secara jelas).

Perusahaan kecil biasanya membuka iklan dengan kalimat: Sebuah perusahaan yang sedang berkembang .... Kadangkala, bidang kerja perusahaan tersebut bahkan tidak terlalu jelas. Sebaliknya, perusahaan yang sudah mapan akan menyebutkan beberapa kata kunci yang menunjukkan kemapanan mereka, misalnya: perusahaan yang memimpin pasar ..., memberikan paket remunerasi terbaik ..., dsb.

Tentang nama posisi dan kualifikasi.

Ini adalah jantung sebuah iklan lowongan. Pada umumnya, kualifikasi yang dibutuhkan sudah tercantum dengan cukup rinci di sana. Bila yang dicari adalah orang yang berpengalaman atau berketrampilan khusus, sudah pasti akan dicantumkan, dan anda yang tidak punya pengalaman atau tidak memiliki persyaratan ketrampilan tersebut, akan sia-sia saja mencoba memasukkan lamaran.

Soal nama posisi perlu lebih dipahami, apalagi bila tidak mensyaratkan masa kerja. Saya kerap menjumpai nama-nama posisi seperti Financial Advisor, Account Executive, dan sederet nama keren lainnya, namun punya kesamaan tugas: mencari nasabah atau customer. Biasanya, posisi semacam ini tidak mensyaratkan pengalaman, bahkan mahasiswa pun boleh melamar. Sebaliknya, seorang sales engineer kadangkala tidak berhubungan dengan penjualan produk, tetapi melayani keluhan dan menjadi garda depan pelayanan pelanggan sebuah produk. Tentu saja, hanya mereka yang berlatar belakang khusus yang bisa mendudukinya. Di sebuah perusahaan sebutannya senior engineer, di tempat lain adalah engineering superintendent. Intinya, apapun nama posisi tersebut, lebih baik berfokus pada kualifikasi yang dibutuhkan. Perusahaan asing biasanya tidak terlalu muluk memberikan nama posisi, sebaliknya beberapa perusahaan lokal kerap memberi nama posisi tinggi untuk menarik pelamar – jadi anda harus bijak menilainya.

Tentang alamat pengiriman

Sekalipun anda tahu persis lokasi perusahaan yang membuka lowongan tersebut, sebaiknya anda mengirimkannya via alamat yang tercantum di iklan. Kecuali anda kenal orang dalam yang bisa menyampaikannya langsung kepada petugas rekrutmen. Menitipkannya di resepsionis atau bahkan di sekuriti pagar, bisa jadi merupakan kesalahan. Dengan mengirimkannya via email atau pada PO Box yang disewa perusahaan tersebut, ada jaminan lamaran anda masuk. Perhatikan batas pengiriman, yang biasanya hanya berkisar 10 hari hingga 2 minggu.

Next: Menulis Lamaran

Baca 958 kali Terakhir diperbarui pada Selasa, 18 Januari 2011 21:27
Herdian Zulkarnain

HRD di salah satu Perusahaan Multinasional, spesialisasi dalam proses merekrut Tenaga Ahli dan Interviewer Specialist.

Aktif menulis baik masalah agama, dan psikologi di blog.

Situs web: mercusuarku.wordpress.com
blog comments powered by Disqus
You are here:   Home