| Mempersiapkan Diri untuk Wawancara -1 |
|
| HRD - Tips untuk Pencari Kerja | |||
| Ditulis oleh Herdian Zulkarnain | |||
|
Saat anda menerima undangan wawancara, setidaknya anda perlu memikirkan 4 hal, yaitu:
Penjelasannya sebagai berikut: Soal pakaianPakaian menunjukkan diri anda. Bahkan ada sebuah ujaran yang berbunyi: makanlah sekehendak hatimu, berpakaianlah seperti kehendak orang lain. Maksudnya, apa dan bagaimana kita ini tergantung pada pendapat norma sosial secara umum. Bahkan saking pentingnya pendapat orang lain hingga ada sekolah kepribadian yang mengatur etiket berpakaian dan makan. Kalau tidak mengikuti aturan umum, kita ini dianggap aneh, atau bahkan menyimpang. Secara umum, pakaian yang bisa diterima dalam proses wawancara adalah pakaian yang konservatif. Tidak aneh-aneh, tidak menyala, dan tidak provokatif. Bagi pelamar laki-laki, pakaian yang layak dikenakan adalah celana katun (asal bukan jeans), warna gelap, dan kemeja lengan panjang berwarna netral. Bisa biru muda, krem, atau warna pastel. Dasi bersifat optional (tidak harus), tetapi layak dikenakan bila wawancara diadakan di perkantoran bertingkat. Biasanya, wawancara yang diadakan di lokasi pabrik jauh lebih casual, bahkan mengenakan celana jeans-pun tidak terlalu dipermasalahkan. Bagi pelamar perempuan, rok sepanjang lutut dan blouse standar sudah cukup konservatif. Warna yang dianjurkan adalah warna netral atau pastel. Bisa juga mengenakan celana panjang katun, dan blouse yang dilapisi blazer. Jilbab sudah semakin umum sekarang, dan pelarangan mengenakan jilbab bisa dituding diskriminatif. Dengan pakaian yang konservatif, perasaan kita akan lebih nyaman, dan hal itu akan membentuk rasa percaya diri yang lebih baik saat masuk ke ruang wawancara.
Soal perusahaan yang dilamarSebuah jawaban yang paling menyebalkan bagi pewawancara adalah: tidak tahu! Termasuk bila pewawancara menanyakan : apa yang anda ketahui tentang perusahaan ini? Sudah seharusnya pelamar “mengerjakan PR” mencari tahu dan informasi mengenai perusahaan yang dilamarnya. Selain punya nilai positif di mata pewawancara, hal ini mengindikasikan bahwa kita adalah orang yang berusaha memahami apa yang akan dikerjakan. Mencari tahu perusahaan yang akan dilamar tentunya tidak mudah, akan tetapi di era internet ini selalu ada informasi yang bisa didapatkan. Kalau tidak, harus bertanya pada orang yang sedang atau pernah bekerja di perusahaan tersebut. Ingat, karena anda sudah melamar, anda dianggap tertarik pada perusahaan tersebut, jadi wajar kalau anda ditanya sejauh mana pengetahuan anda tentang perusahaan yang anda lamar itu.
|
| < Kembali | Berikutnya > |
|---|
Komunitas UKM
Bookmark Halaman ini
Peluang Karir
Visitor
Lowongan dan Tips Karir
|
Sekali lagi Pusat Penempatan Kerja Fakultas Ekonomi UNIVERSITAS BRAWIJAYA mengadakan Job Fair yang direncanakan berlangsung pada tanggal 23 - 24 Februari 2010 09.00 - 17.00 di... |

Wawancara bukan ilmu matematika, tidak ada hal yang pasti! Tidak mengherankan bila ada orang yang menganggapnya lebih mengerikan daripada psikotes atau tes bidang akademik. Dua orang kandidat dengan jawaban yang mirip, ketrampilan yang setara, kecerdasan yang berimbang, belum tentu sama-sama diterima kerja. Ada faktor lain yang berperan.

