| Nyalakan Lampu di Siang Hari |
|
| Motor - Otomotif | |||
|
Artikel ini dimuat atas ijin dan sepengetahuan Mas Firmansyah Saftari selaku pemiliki situs www.saft7.com Kraksaan [dot] COM menyampaikan terima kasih atas ijin Beliau dan ini adalah contoh bagaimana para blogger beraliansi dan saling menghormati hak cipta tulisan masing-masing. Artikel dimodifikasi sedikit untuk memperjelas tema tulisan.
TO SEE and TO BE SEENDalam berlalu lintas, kita akan menggunakan prinsip “To See and To be Seen”. Saat di jalan, kita harus bisa melihat keadaan sekitar dan untuk bisa dilihat pengendara lain. Mengapa? TIDAK SEMUA ORANG punya kemampuan melihat, mencerna situasi dan ber - reaksi dengan baik. Ada yang cepat tanggap, ada yang lambat, bahkan ada yang tidak peduli. Jika kita NYALAKAN LAMPU di SIANG HARI, kehadiran motor kita lebih disadari, dirasakan dan direspon lebih baik oleh pengendara lain. BUAT DIRI KITA DIPERHATIKANProgram NYALAKAN LAMPU SIANG HARI sangat membantu pengemudi mobil dan pengendara motor sekitar ANDA untuk dapat melihat keberadaan sepeda motor ANDA dari jauh.
Sekarang dengan lampu sepeda motor yang menyala, membuat pengemudi mobil melihat keberadaan sepeda motor tersebut.
Foto berikut memperlihatkan posisi beberapa sepeda motor yang sedang menyusul mobil saft7.com, ada yang menyalakan lampu dan ada yang tidak, bahkan tidak menggunakan helm ! (Nah kalo seperti ini, masih banyak ditemui sepanjang Pasuruan - Probolinggo - Kraksaan - terlebih Paiton -red)
KAJIAN TEORISaat siang hari yang sangat terang, membuat mata kita seakan terbiasa melihat benda-benda sekitar (jalanan, trotoar, pohon, dsb). Ketika kita melihat ada kilasan atau sinar cahaya pada saat seperti itu, membuat perhatian kita mengarah ke cahaya tersebut. Hal inilah yang menjadi dasar mengapa Daytime Running Light (DRL) perlu dilaksanakan. Refleks saat mengemudi dari apa yang kita lihat, menentukan seberapa cepat respon kita saat melaju dalam kecepatan tertentu. Semakin cepat kendaraan kita melaju, maka jarak pandang yang dapat segera ditangkap mata untuk melakukan reaksi adalah seperti dalam tabel di bawah.. ![]() Dalam tabel di atas terbaca bahwa saat akan menyusul di kecepatan 60km/jam mata kita harus dapat melihat benda / kendaraan dengan jarak 220meter di depan kita… Lebih dekat dari itu, respon kita akan lambat mencerna benda apakah itu dalam kecepatan 60km/jam tersebut.
Saya pribadi sangat terbantu dengan adanya program DRL, motor di kejauhan bisa terlihat dengan baik.
|

Di Surabaya, pada tahun 2005, program uji coba ini berhasil mencatat turunnya angka kecelakaan sepeda motor hingga 50%. 




Komentar para Sahabat