boca net cafeWarnet BocaNetCafe berlokasi di sebelah timur Kec. Paiton yang buka 24 jam. Tempat yang begitu menyenangkan, menyediakan juga minuman dan makanan yang bisa dipesan pengunjung yang sedang online.

Jenis tarifnya sangat menyenangkan hati. Ini dia Tarifnya :

  • offline(tanpa akses internet) = Rp. 2000/jam
  • Peronal (mulai jam 23.00-08.00) = Rp. 2000/jam
  • Personal (mulai jam 08.00-23.00) = Rp. 3000/jam
  • Paket 1 jam  = Rp. 3000
  • Paket 2 Jam  = Rp. 5000
  • Paket 3 jam = Rp. 8000
  • Paket 4 jam = Rp. 10.000
  • Paket 5 jam = Rp. 12.000
  • Paket 7 Jam ( paket malam ) = Rp. 10.000 ( berlaku jam 23.00 – 08.00)

Tarif Paket 1,2,3,4,5 (jam) berlaku selama 24 jam

Itulah sekilas tarif dari BocaNetCafe, jika Kurang jelas Hub YM kami di bocanetcafe@yahoo.co.id selalu online 24 jam.

Penulis:  Bapak Herdian Zulkarnain

Persiapan Wawancara – 3

yang bagusJangan bingung dengan judul di atas, maksud sebetulnya adalah peng-Indonesia-an dari istilah umum bahasa Inggris: Dos and Don’ts, yaitu apa saja yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan dalam proses wawancara.

Karena wawancara bukan semata persoalan teknis, aturan-aturan yang ada di sekitarnya pun seringkali bukan hal baku – tetapi secara norma sosial begitulah yang diharapkan. Kalau anda melakukan sesuai dengan norma yang berlaku, anda akan dianggap baik sementara kalau tidak mematuhinya akan dianggap aneh atau tidak lumrah.

Lakukan yang ini:

  1. Datang lebih awal dari waktu undangan, karena hal itu akan memberikan kesan baik dan anda punya waktu untuk menenangkan diri. Berpakaian konservatif –  Sebagaimana diulas >> disini <<
  2. Bersikap baik sejak menginjakkan kaki di wilayah perusahaan, dan sapalah (minimal dengan anggukan hormat) pada semua orang yang dijumpai sejak gerbang hingga resepsionis. Harap diingat, tidak jarang penilaian orang-orang ini dipakai untuk menentukan layak-tidaknya seseorang bergabung.
  3. Persiapkan semua dokumen yang dibutuhkan dalam map atau document keeper yang mudah diakses, kalau-kalau pewawancara ingin melihat dokumen asli CV anda.
  4. Selama menunggu giliran wawancara, sambil menenangkan emosi, tidak ada salahnya melihat-lihat sekeliling ruang tunggu. Tujuannya mengenali lebih jauh profil perusahaan yang anda lamar. Siapa tahu nanti anda akan ditanya kesan pertama saat melihat perusahaan tsb.
  5. Bersikap dan bertindak formal saat dipanggil masuk ke ruang wawancara. Ulurkan tangan untuk berjabat tangan, sebagai inisiatif positif dan kesan membuka diri. Jabatlah tangan pewawancara dengan firm (tegas dan percaya diri), jangan loyo (seperti asal menjabat tangan). Menjabat dengan dua tangan yang menjadi adat orang Timur boleh saja, tetapi orang Barat mungkin akan menganggapnya aneh.
  6. Ambil jarak duduk yang formal, sekitar 20 – 30 cm dari tepi meja, duduk tegak, dan tidak meletakkan apapun di meja yang membatasi wilayah pewawancara dan anda sebagai kandidat.
  7. Jawablah pertanyaan dengan cerdas dan komprehensif. Kembangkan jawaban, dan kerahkan semua kemampuan. Jangan segan bertanya bila merasa pertanyaan kurang jelas. Jangan segan meminta maaf bila merasa kurang lengkap dalam menjawab.
  8. Setelah semua tanya jawab berakhir, bila diberi kesempatan bertanya tanyakan hal yang menurut anda layak untuk anda pahami. Ini penting untuk memantapkan hati, mau bergabung atau tidak dengan perusahaan.
  9. Ucapkan terima kasih sebelum berdiri dari kursi. Salami sekali lagi pewawancara dengan hangat.

janganJangan Lakukan yang ini:

  1. Menyepelekan atau menggampangkan wawancara – sekalipun anda punya koneksi di dalam perusahaan. Sikap dan perasaaan ini membuat anda tidak optimal.
  2. Terlambat datang. Ini adalah hal yang fatal, karena berarti kandidat gagal menunjukkan respek atau rasa hormat pada pewawancara.
  3. Saltum atau salah kostum. Sekalipun, misalnya, anda suka warna hitam tidak kemudian wawancara pun dengan kemeja hitam. Kalau Bob Sadino sebagai pengusaha eksentrik pakai celana pendek kemanapun sah-sah saja, tetapi kalau kita begitu mungkin akan dianggap kurang waras.
  4. Datang tanpa persiapan. Tanpa persiapan yang matang, anda bisa mempermalukan diri sendiri dan terlihat bodoh di hadapan pewawancara.
  5. Tidak antusias. Jabat tangan yang lemas, postur tubuh yang tidak tegak, dan suara yang tidak yakin akan membuat pewawancara berpikir anda tidak serius.
  6. Meja adalah wilayah pewawancara, sehingga kalau anda meletakkan tangan di sana akan dianggap sebagai sikap ekspansif – dan itu tidak disukai pewawancara. Kadang, terlalu antusias membuat kandidat berlebihan, dan tanpa sadar masuk ke wilayah psikologis pewawancara, yaitu tepi meja. Biasanya, kalau anda terlalu maju, pewawancara akan mundur dan duduk bersandar di kursi.
  7. Sok tahu. Mengeksplorasi jawaban dengan sok tahu adalah 2 hal yang berbeda. Pewawancara juga bisa menangkap gejala ini, manakala jawaban sudah melenceng jauh dari konteks yang ditanyakan.
  8. Menggurui. Kalau pewawancara terlihat muda dan tidak berpengalaman, dorongan untuk menggurui terkadang muncul pada kandidat yang lebih senior atau lebih berpengalaman. Tujuannya mungkin sekedar menunjukkan batas kompetensi, tetapi caranya keliru.
  9. Tidak perseptif. Perusahaan multinasional yang berwujud pabrik industri pada umumnya menerapkan aturan yang ketat pada safety, kebersihan, dan aturan merokok. Ini harus disadari, dan jangan sampai membuat kekeliruan justru di point penting ini. Sekalipun merokok adalah hak asasi, tetapi hati-hati hal merokok sembarangan bisa membuat anda gagal dalam wawancara.

Jangan berpikir bisa langsung lulus dalam wawancara pertama, rendah hatilah, namun tetap optimis. Kalau masih belum berhasil, anggaplah masih ada kekurangan anda atau kompetensi anda masih belum mencapai standar. Tetap kembangkan diri anda, dan terus berdoa.

Persiapan Wawancara – 2

Wawancara pekerjaan secara umum terbagi atas 2 jenis: wawancara individual dan wawancara panel. Untuk proses seleksi yang berseri, seringkali wawancara dilakukanherdian-zulkarnain dalam bentuk individual sehingga kandidat harus menghadapi beberapa pewawancara yang berbeda – sesuai dengan keahlian dan departemen yang diwakili.

Dalam wawancara model panel, kandidat akan berhadapan dengan 2 hingga 5 pewawancara yang mewakili keahlian yang berbeda. Apapun bentuknya, pada pokoknya kandidat akan menghadapi wawancara secara multidisiplin.

Cara menjawab

Dalam proses wawancara, kecerdasan orang akan dinilai secara verbal, yakni berdasarkan kemampuannya menerima dan mengelola informasi, untuk kemudian disampaikan kembali dalam bentuk informasi yang dipertanyakan. Ada orang yang cenderung menjawab dengan pendek-pendek, dan ada yang suka menambahkan informasi agar jawaban yang diberikan lebih lengkap.

Misalnya:

Pertanyaan: Mengapa tertarik melamar ke perusahaan ini?

Kandidat A:  Karena perusahaan ini bonafide, dan dikenal dengan paket remunerasi yang baik. Sudah lama saya mengidamkan untuk bekerja di sini.

Kandidat B: Perusahaan ini mempunya nama besar, yang saya yakin berdasarkan prestasi yang tidak main-main. Untuk menjadi seorang “winner” kita harus mengafiliasikan diri pada sebuah “winning team”, dan inilah minat saya yang utama: belajar dan berkontribusi pada “winning team”, yakni perusahaan ini. Saya juga meyakini, team yang solid seperti perusahaan ini sudah memikirkan remunerasi terbaik untuk anggota team-nya, jadi saya yakin berada di tangan yang baik.

Kalau anda menjadi pewawancara, jawaban siapa yang lebih menarik perhatian?

Buatlah pewawancara terkesan dengan jawaban anda, minimal dari cara anda menjawab. Pergunakan logika untuk menemukan jawaban yang terbaik dan paling meyakinkan. Anda akan terlihat cerdas bila mampu memberikan jawaban yang komprehensif.

Orang yang biasa berbicara memang mempunyai keuntungan, tetapi kalau jawabannya tidak bermutu pewawancara justru menilainya negatif.

Berpikir dan Bertindak Cerdas

Orang cerdas sangat disukai, termasuk dengan jawaban yang cerdas. Jangan ragu untuk meminta sebuah pertanyaan diulangi, karena adalah hak anda untuk menerima pertanyaan dan jelas, karena dituntut untuk memberikan jawaban yang jelas pula. Justru kalau anda menjawab sekenanya karena tidak memahami inti pertanyaan, pewawancara bisa mempunyai penilaian negatif.

Tidak perlu terburu-buru menjawab, pikirkan beberapa detik sebelum melepaskan jawaban. Ada pertanyaan yang berkaidah benar – salah, misalnya pertanyaan teknis atau yang berhubungan dengan kompetensi pada posisi yang lowong. Ada juga yang tidak berkaidah benar – salah, karena memang apapun jawaban yang disampaikan adalah benar – sesuai dengan pandangan subjektif pemberi jawaban. Masalahnya adalah, bila tidak berkaidah benar- salah, jawaban anda mencerminkan isi pikiran dan kepribadian anda. Pertanyaan yang tidak berkaidah benar – salah biasanya diajukan oleh orang HRD.

Misalnya pertanyaan: Saya ingin anda mengingat-ingat, apa yang anda lakukan saat menghadapi situasi yang sulit antara tugas perusahaan dengan kepentingan pribadi. Mengapa anda memutuskan untuk mengambil pilihan tersebut?

Struktur pertanyaan yang berdasarkan pengalaman atau kejadian di masa lalu seperti ini adalah trend yang berlaku sekarang, karena pewawancara berasumsi apa yang dilakukan di masa lalu juga akan menjadi pilihan tindakan di masa yang mendatang.

Berikan yang Terbaik

Anda sudah duduk di depan pewawancara, yang mungkin berupa panel yang terdiri dari 3 – 5 pewawancara. Tidak ada kemungkinan lagi untuk mundur – membatalkan sesi wawancara, kecuali anda siap merasa malu. Tidak! Mundur bukan pilihan, karenanya anda harus maju. Di titik ini, persiapkan dan berikan yang terbaik dari kemampuan anda. Ingat, kalau anda sudah dipanggil untuk wawancara berarti anda memiliki sesuatu yang mungkin diinginkan oleh perusahaan yang anda lamar. Eksplorasilah itu, temukan, dan keluarkan.

Ada perbedaan yang mendasar antara orang yang biasa mengerjakan dan yang punya kecerdasan. Seorang teknisi yang biasa bekerja di sebuah alat, akan mahir menjawab segala hal tentang alat tersebut. Begitu pertanyaan bergeser ke alat lain, baru ketahuan kapasitasnya. Beda dengan orang yang memegang konsep semua alat yang ada di area-nya. Sekalipun tidak dalam, ia bisa menjelaskan tentang semua alat tersebut.

Pewawancara biasanya lebih suka pada orang yang berwawasan luas, memahami konsep secara luas dan dalam, serta komprehensif dalam memberikan jawaban. Jangan ragu untuk menyampaikan apa yang anda ketahui.

Sesi wawancara pada umumnya berkisar 60 – 90 menit, tergantung pada ketangguhan anda menjawab pertanyaan yang diajukan. Semakin baik kesan pewawancara pada anda, biasanya waktu yang termakan lebih lama – dan semakin baik peluang anda. Kalau sesi wawancara penel hanya berkisar 30 menitan, dan tidak ada lagi yang dipertanyakan, alamat kurang baik. Berarti jawaban-jawaban anda tidak memuaskan.