Penipuan Modus Cinta dan Bea Cukai Sasar Para Gadis

Anda punya anak gadis sedang kuliah atau masih SMA? Apakah ia aktif gunakan media sosial seperti  facebook , instagram twitter , path dan sejenisnya? Waspadalah!

Ada penipuan modus cinta gaya baru yang dipaparkan Agung dalam pertemuan Smart Netizen yang dihadiri oleh Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad SH, SIK, MH, MSi, Pak Camat Muhamad Ridwan, AP, MM dan Kapolsek Gending AKP OHIM di desa Brumbungan Lor, kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.

Penipuan modus cinta yang menyasar para Gadis Mahasiswi atau Siswi SMA ini tergolong baru dan wajib diketahui para Gadis. Modus operandinya diawali dengan mengajak kenalan para Siswi / Mahasiswi dengan gunakan akun profil foto Lelaki bule ganteng asal negara Eropa, atau Jazirah Arab. Fotonya juga asal download dari internet.” papar Agung seorang rakyat jelata yang diijinkan berikan info dalam pertemuan itu.

Tahap ke-2, akun penipu ini mulai ajak komunikasi dengan tebar pujian; entah itu memuji kecantikan, kepintaran dan sinar mata menawan milik anak Gadis Anda. Kemudian meminta nomor telepon untu memudahkan komunikasi via WhatsApp. Dalam waktu 1 minggu, akun-akun penipu ini akan menyatakan cintanya.

Tahap ke-3, akun penipu akan menyatakan hendak menikahi anak Gadis kita. Penipu-penipu ini biasanya bilang akan ke Indonesia dan melamar Gadis-gadis yang jadi target penipuannya. Kemudian mereka nyatakan akan kirim hadiah-hadiah terlebih dahulu untuk membuktikan besarnya rasa cinta mereka, dan meminta alamat rumah. Beberapa gadis yang sudah siap nikah, kadang tak berpikir panjang memberitahukan alamat rumahnya.

Tahap ke-4, Gadis-gadis yang jadi target akan dapat panggilan telepon dari sebuah nomor kode area 021 Jakarta. Si penelepon memperkenalkan dirinya seolah-olah petugas Bea dan Cukai di Cengkareng Jakarta. Dengan gaya petugas, si penelepon biasanya berbicara seperti ini:

Kami dari Bea Cukai Jakarta. Apa benar ini Saudari xxxxx ? Apa betul alamat rumahnya di Jalan xxxxxx, Kota xxxxxx?

Jika di iyakan, maka si penelepon akan melanjutkan seperti ini:

Kami beritahukan, Anda dapat kiriman barang dari negara xxxxx (negara si akun penipu) berupa, tas wanita Marc Jacob, ada merek Gadino dan Luis Vitton. Kemudian ada perhiasan emas 1 ons dan berlian 2 karat. Ada sepatu wanita Prada semuanya dalam 1 paket.

Karena ini kiriman barang mewah, maka dikenakan pajak import dan bea cukai masuk ke negara Indonesia sesuai peraturan. Nilainya 120 sampai 150 juta jika dikurskan ke rupiah. Untuk bisa diteruskan ke alamat Anda, harap Anda membayar pajak masuk senilai 22 juta rupiah. Dikirim ke rekening bank yang kami sebutkan. Anda ada pulpen untuk mencatat?

Nah dari sini sebenarnya alarm di otak kita mestinya sudah mulai menyala. Ketika ada iming-iming sesuatu yang besar namun kita mesti keluarkan dana lebih dahulu, 99% itu penipuan” jelas Agung.

Lebih lanjut dia kembali paparkan, “Seorang gadis yang tertegun mendengar begitu bernilainya hadiah yang ia terima, namun curiga, gadis ini yang kuliah di Jember memberi tahu Ibunya yang tinggal di Pasuruan. Ibu itulah yang lalu cerita ke saya.”

Untunglah Ibu itu mengurungkan niatnya menuruti si penelepon. 22 juta rupiah itu bukan uang yang sedikit. Saya beri saran, supaya anak gadisnya cerita ke akun pria bule, bahwa mereka tidak ada dana untuk membayar bea masuk hadiahnya. Jika memang cinta, kirim dulu uang untuk bayar bea masuknya. Ternyata si akun pria bule itu menghilang. rupanya akun FB si gadis di blok dari pertemanan“, pungkas Agung.

Mari berpikir cerdas. Masa baru kenal seminggu sudah kirim hadiah ratusan juta? Apakah aku se hot itu sehingga ada pria bule, yang sehari-hari biasa lihat wanita pakai bikini di pantai Amerika, serta merta melamar aku yang berbusana tertutup dan kirim hadiah ratusan juta ?

Ini memang trik halus yang untungnya, bisa tercium. Mari ajari anak-anak Gadis Probolinggo untuk tidak termakan para penipu licik ini dengan waspada terhadap ajakan pertemanan pria asing yang tidak pernah ketemu sebelumnya.

Apa saran buat para gadis / wanita yang sudah lama idamkan jodoh dan belum dapatkan kalau tidak menerima pertemanan dari media sosial?

Jawab Agung, “Percayalah kepada Gusti Allah.. Mintalah kepadaNya dengan penuh kepasrahan dan kerendahan hati..

Comments

comments