Mempersiapkan Diri Untuk Wawancara

herdian-zulkarnainPenulis:  Bapak Herdian Zulkarnain

Wawancara pekerjaan secara umum terbagi atas 2 jenis: wawancara individual dan wawancara panel. Untuk proses seleksi yang berseri, seringkali wawancara dilakukan dalam bentuk individual sehingga kandidat harus menghadapi beberapa pewawancara yang berbeda – sesuai dengan keahlian dan departemen yang diwakili. Dalam wawancara model panel, kandidat akan berhadapan dengan 2 hingga 5 pewawancara yang mewakili keahlian yang berbeda. Apapun bentuknya, pada pokoknya kandidat akan menghadapi wawancara secara multidisiplin.

Cara menjawab

Dalam proses wawancara, kecerdasan orang akan dinilai secara verbal, yakni berdasarkan kemampuannya menerima dan mengelola informasi, untuk kemudian disampaikan kembali dalam bentuk informasi yang dipertanyakan. Ada orang yang cenderung menjawab dengan pendek-pendek, dan ada yang suka menambahkan informasi agar jawaban yang diberikan lebih lengkap.

 wawancara tipe panel

Misalnya:

Pertanyaan: Mengapa tertarik melamar ke perusahaan ini?

Kandidat A:  Karena perusahaan ini bonafide, dan dikenal dengan paket remunerasi yang baik. Sudah lama saya mengidamkan untuk bekerja di sini.

Kandidat B: Perusahaan ini mempunya nama besar, yang saya yakin berdasarkan prestasi yang tidak main-main. Untuk menjadi seorang “winner” kita harus mengafiliasikan diri pada sebuah “winning team”, dan inilah minat saya yang utama: belajar dan berkontribusi pada “winning team”, yakni perusahaan ini. Saya juga meyakini, team yang solid seperti perusahaan ini sudah memikirkan remunerasi terbaik untuk anggota team-nya, jadi saya yakin berada di tangan yang baik.

Kalau anda menjadi pewawancara, jawaban siapa yang lebih menarik perhatian?

Buatlah pewawancara terkesan dengan jawaban anda, minimal dari cara anda menjawab. Pergunakan logika untuk menemukan jawaban yang terbaik dan paling meyakinkan. Anda akan terlihat cerdas bila mampu memberikan jawaban yang komprehensif.

Orang yang biasa berbicara memang mempunyai keuntungan, tetapi kalau jawabannya tidak bermutu pewawancara justru menilainya negatif.

Berpikir dan Bertindak Cerdas

Orang cerdas sangat disukai, termasuk dengan jawaban yang cerdas. Jangan ragu untuk meminta sebuah pertanyaan diulangi, karena adalah hak anda untuk menerima pertanyaan dan jelas, karena dituntut untuk memberikan jawaban yang jelas pula. Justru kalau anda menjawab sekenanya karena tidak memahami inti pertanyaan, pewawancara bisa mempunyai penilaian negatif.

Tidak perlu terburu-buru menjawab, pikirkan beberapa detik sebelum melepaskan jawaban. Ada pertanyaan yang berkaidah benar – salah, misalnya pertanyaan teknis atau yang berhubungan dengan kompetensi pada posisi yang lowong. Ada juga yang tidak berkaidah benar – salah, karena memang apapun jawaban yang disampaikan adalah benar – sesuai dengan pandangan subjektif pemberi jawaban. Masalahnya adalah, bila tidak berkaidah benar- salah, jawaban anda mencerminkan isi pikiran dan kepribadian anda. Pertanyaan yang tidak berkaidah benar – salah biasanya diajukan oleh orang HRD.

Misalnya pertanyaan: Saya ingin anda mengingat-ingat, apa yang anda lakukan saat menghadapi situasi yang sulit antara tugas perusahaan dengan kepentingan pribadi. Mengapa anda memutuskan untuk mengambil pilihan tersebut?

Struktur pertanyaan yang berdasarkan pengalaman atau kejadian di masa lalu seperti ini adalah trend yang berlaku sekarang, karena pewawancara berasumsi apa yang dilakukan di masa lalu juga akan menjadi pilihan tindakan di masa yang mendatang.

Berikan yang Terbaik

Anda sudah duduk di depan pewawancara, yang mungkin berupa panel yang terdiri dari 3 – 5 pewawancara. Tidak ada kemungkinan lagi untuk mundur – membatalkan sesi wawancara, kecuali anda siap merasa malu. Tidak! Mundur bukan pilihan, karenanya anda harus maju. Di titik ini, persiapkan dan berikan yang terbaik dari kemampuan anda. Ingat, kalau anda sudah dipanggil untuk wawancara berarti anda memiliki sesuatu yang mungkin diinginkan oleh perusahaan yang anda lamar. Eksplorasilah itu, temukan, dan keluarkan.

Ada perbedaan yang mendasar antara orang yang biasa mengerjakan dan yang punya kecerdasan. Seorang teknisi yang biasa bekerja di sebuah alat, akan mahir menjawab segala hal tentang alat tersebut. Begitu pertanyaan bergeser ke alat lain, baru ketahuan kapasitasnya. Beda dengan orang yang memegang konsep semua alat yang ada di area-nya. Sekalipun tidak dalam, ia bisa menjelaskan tentang semua alat tersebut.

Pewawancara biasanya lebih suka pada orang yang berwawasan luas, memahami konsep secara luas dan dalam, serta komprehensif dalam memberikan jawaban. Jangan ragu untuk menyampaikan apa yang anda ketahui.

Sesi wawancara pada umumnya berkisar 60 – 90 menit, tergantung pada ketangguhan anda menjawab pertanyaan yang diajukan. Semakin baik kesan pewawancara pada anda, biasanya waktu yang termakan lebih lama – dan semakin baik peluang anda. Kalau sesi wawancara penel hanya berkisar 30 menitan, dan tidak ada lagi yang dipertanyakan, alamat kurang baik. Berarti jawaban-jawaban anda tidak memuaskan.

Comments

comments